Lombok Barat, NTB – Sebagai bentuk tanggung jawab satuan, Komando Distrik Militer (Kodim) 1606/Mataram bersama Pemerintah Desa Jatisela mengunjungi keluarga korban M. Fariq yang terdampak kasus kekerasan yang melibatkan oknum anggota TNI yang dilaporkan mengalami gangguan kejiwaan. Kunjungan tersebut dilakukan untuk memberikan perhatian kepada keluarga korban, mendengarkan kebutuhan mereka, serta memastikan kondisi korban tetap menjadi perhatian.
Kunjungan berlangsung di kediaman keluarga korban di Dusun Johar Pelita, Desa Jatisela, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat, wilayah Komando Rayon Militer (Koramil) 1606-07/Gunungsari, Selasa (27/10/2026).
Kunjungan tersebut dipimpin Komandan Koramil (Danramil) 1606-07/Gunungsari, Kapten Inf Hamdan, bersama Kepala Desa (Kades) Jatisela, Sapiudin. Turut hadir Bintara Pembina Desa (Babinsa) Jatisela, Babinsa Sesela, serta kepala dusun setempat.
Pertemuan berlangsung dalam suasana kekeluargaan. Melalui silaturahmi tersebut, pihak satuan dan pemerintah desa berupaya membuka ruang komunikasi dengan keluarga korban sekaligus mendengarkan secara langsung harapan mereka terkait penanganan pasca kejadian.
Dengarkan Harapan Keluarga, Perhatikan Pengobatan Korban
Dalam pertemuan itu, keluarga korban menyampaikan terima kasih atas kunjungan dan perhatian yang diberikan oleh pihak satuan. Mereka berharap perhatian tersebut tidak berhenti pada kunjungan, tetapi juga mencakup kepastian mengenai kebutuhan pengobatan M. Fariq.
Keluarga menyampaikan bahwa mereka telah berusaha menerima musibah yang terjadi. Mereka juga menyadari kondisi pelaku sebagaimana yang mereka pahami. Meski demikian, perhatian terhadap kondisi korban dan kebutuhan pemulihannya tetap menjadi harapan utama keluarga.
Ibu kandung M. Fariq menyampaikan apresiasi atas kehadiran Danramil dan pemerintah desa yang telah meluangkan waktu untuk menemui keluarga secara langsung.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan dan perhatian yang diberikan kepada keluarga kami. Kami berharap kondisi M. Fariq terus diperhatikan, terutama terkait pengobatan dan pemulihannya. Bagi kami, perhatian seperti ini sangat berarti.” Uncapnya.
Sementara itu, istri M. Fariq, Ibu Tani, juga berharap agar kebutuhan pengobatan suaminya memperoleh perhatian sesuai kondisi dan kebutuhan medisnya.
“Kami berharap pengobatan suami saya dapat terus diperhatikan agar proses pemulihannya berjalan dengan baik. Kami berterima kasih karena pihak satuan dan pemerintah desa sudah datang menemui keluarga serta mendengarkan apa yang kami sampaikan.” Harapnya.
Pemerintah Desa Dorong Pendampingan Berkelanjutan
Kades Jatisela, Sapiudin, menyambut baik kunjungan tersebut. Menurutnya, komunikasi antara keluarga korban, pemerintah desa, dan pihak terkait diperlukan agar kebutuhan keluarga dapat disampaikan dengan baik serta memperoleh tindak lanjut sesuai kewenangan masing-masing.
“Kami mengapresiasi langkah Danramil dan jajaran yang datang langsung menemui keluarga korban. Pemerintah desa berharap komunikasi dan koordinasi terus terjalin, terutama untuk memastikan kebutuhan keluarga dan pengobatan korban mendapatkan perhatian yang semestinya.” Ungkap Kades Jatisela.
Ia juga berharap masyarakat dapat menjaga suasana tetap kondusif serta mengedepankan kepedulian terhadap korban dan keluarganya. Dengan demikian, proses pemulihan dapat berlangsung dengan dukungan lingkungan sekitar.
Danramil Tegaskan Perhatian terhadap Kondisi Korban
Danramil 1606-07/Gunungsari, Kapten Inf Hamdan, dalam mewakili satuan Kodim 1606/Mataram, menegaskan pentingnya komunikasi langsung dengan keluarga korban. Kunjungan tersebut menjadi kesempatan untuk mendengarkan harapan keluarga sekaligus memahami kebutuhan yang perlu dikoordinasikan lebih lanjut.
“Kami datang untuk bersilaturahmi, menyampaikan perhatian, serta mendengarkan secara langsung harapan keluarga korban. Kami memahami bahwa kondisi korban dan kebutuhan pengobatannya menjadi hal penting bagi keluarga. Aspirasi tersebut akan kami sampaikan dan koordinasikan dengan pihak terkait sesuai kewenangan satuan.” Tegasnya di hadapan keluarga korban.
Ia menambahkan bahwa penanganan persoalan yang melibatkan anggota TNI harus dilakukan secara bertanggung jawab, dengan tetap memperhatikan kondisi korban dan menghormati proses yang berlaku.
Menurutnya, komunikasi yang baik antara satuan, pemerintah desa, dan keluarga merupakan bagian penting dalam membangun kepercayaan serta memastikan aspirasi masyarakat tersampaikan.
Kepedulian dan Komunikasi Menjadi Prioritas
Melalui kunjungan tersebut, Koramil 1606-07/Gunungsari bersama Pemerintah Desa Jatisela berupaya menjaga hubungan komunikasi dengan keluarga korban sekaligus memberikan dukungan moral di tengah situasi yang mereka hadapi.
Perhatian terhadap korban tidak hanya berkaitan dengan kunjungan, tetapi juga bagaimana kebutuhan keluarga dapat didengar, dikoordinasikan, dan ditindaklanjuti secara tepat.
Kegiatan silaturahmi tersebut diharapkan, komunikasi yang telah terjalin dapat terus dipelihara sehingga keluarga korban merasa didengar dan memperoleh perhatian yang dibutuhkan dalam menjalani proses pemulihan.
Bagi keluarga yang sedang menghadapi musibah, kehadiran dan kepedulian berbagai pihak menjadi bagian penting untuk menguatkan mereka dalam menghadapi keadaan. Pada akhirnya, penanganan yang bertanggung jawab, perhatian terhadap korban, dan komunikasi yang terbuka diharapkan dapat menjadi landasan untuk memulihkan kepercayaan serta menjaga keharmonisan di tengah masyarakat.













